Kamis, 26 November 2009

Perancangan Organisasi

Perancangan Organisasi (Tujuan)
• Mampu memahami konsep organisasi sesuai
dengan kegiatan tuntutan operasi tertentu serta
mampu menyusun rancangan struktur organisasi
yang meliputi organigram, tugas pokok & fungsi
kegiatan operasi unit organisasi untuk mencapai
tujuan.

PENDAHULUAN PROSES MANAJEMEN
• Konsep Dasar Manajemen: Persoalan Dasar,
Kinerja, Pendekatan, Tingkat, Atribut, Evolusi
Sistem Manajemen
• Evolusi Teori Manajemen: Klasik, Neo-Klasik,
Modern
• Fungsi-fungsi Manajemen: P-O-A-C

PERSOALAN DASAR MANAJEMEN
• Ketidakpastian: ketidaklengkapan informasi
mengenai masa depan
• Keterbatasan: keterbatasan sumber daya

KINERJA MANAJEMEN (DRUCKER)
• EFICIENCY: hubungan input-output
menghasilkan dengan sumber-sumber yang
ekonomis (doing thing right)
• EFECTIVENESS: kemampuan untuk menentukan
tujuan serta kemampuan untuk mencapainya
(doing the right thing)

PENDEKATAN MANAJEMEN
• Pendekatan Kewirausahaan: intutif & agresif,
dramatic leap forward in face of uncertainty
• Pendekatan Penyesuaian: konservatif,
pertumbuhan tanpa pola
• Pendekatan Terencana: sistematis, terstruktur,
Rasional.

LEVEL MANAGEMENT
• First line manager : memerintahkan para
pelaksana (foremen, supervisor)
• Middle manager : memerintah first line manager,
menjabarkan strategi & kebijaksanaan
perusahaan dalam kegiatan operasional
• Top manager : bertanggung jawab atas seluruh
manajemen perusahaan, merumuskan strategi &
policy perusahaan

ATRIBUT MANAJEMEN
• Kekuasaan: pelaksanaan tugas & fungsi
(memerlukan dukungan kekuasaan)
• Tujuan: pencapaiannya menuntut komitmen &
motivasi
• Proses: pelaksanaan tugas & fungsi
• Manusia: pendukung proses
• Sumber daya: fisik & non fisik

KEKUASAAN MANAJERIAL
(SCHERMERHORN, 1993) (1)
• Position power: kekuasaan yang bersumber dari
status atau posisi resmi manajer dalam suatu
organisasi
- Reward power: kemampuan untuk mempengaruhi
melalui imbalan
- Coercive power: kemampuan untuk mempengaruhi
melalui hukuman
- Legitimate power: kemampuan untuk mempengaruhi
melalui otoritas formal

KEKUASAAN MANAJERIAL
(SCHERMERHORN, 1993) (2)
• Personal power: kekuasaan yang bersumber dari
individu manajer tersebut atau kualitas
kepribadiannya yang unik
- Expert power: kemampuan untuk mempengaruhi
melalui keahlian khusus dan informasi yang dimilikinya
- Reference power: kemampuan untuk mempengaruhi
melalui identifikasi personal

Penetapan Tujuan (1)
• Realistik (realistic): tujuan harus mempunyai
kemungkinan untuk dicapai, jangan terlalu sukar
• Menantang (chalenging): tujuan sebaiknya
jangan terlalu mudah, sehingga menimbulkan
tantangan kepada anggota organisasi untuk
mencapainya

Penetapan Tujuan (2)
• Khusus (spesific): tujuan harus didefinisikan
secara jelas, tidak ngambang & khusus
• Berbatas waktu (time horizon): tujuan harus
dibatasi oleh jangka waktu yang jelas, berlaku
untuk kapan
• Terukur: diketahui secara pasti terhadap tingkat
pencapaian tujuan yang diraih

EVOLUSI SISTEM MANAJEMEN (1)
• 1. Management by control (of performance)
- Change is slow
- System and procedure manuals
- Financial control
• 2. Management by exploration
- Change are accelerated, but the future could be
predicted
- Operations budgeting
- Capital budgeting
- Long range planning

EVOLUSI SISTEM MANAJEMEN (2)
• 3. Management by anticipation
- Discontinuities of changes
- While rapid, changes are slow enough to permit timely
anticipation and response
- Periodic strategic planning
- Strategic posture management

• 4. Management by flexible/rapid respond
- Changes develop too rapidly to permit timely
anticipation
- Strategic issue management



TEORI MANAJEMEN KLASIK (1)
• Revolusi Industri (1780, Inggris) 􀃖 keadaan &
permasalahaan pada industri
• Permasalahan:
• Subsitusi tenaga manusia oleh mesin 􀃖 kapasitas
pabrik
• Perluasan pasar 􀃖 Perluasan daerah jajahan
• Pertumbuhan perusahaan & akumulasi sumber
daya
• Kurang manajer dan tenaga trampil

TEORI MANAJEMEN KLASIK (2)
• Persoalan Organisasi & Manajemen 􀃖 Kompleks
• Teori manajemen klasik : Organisasi Mekanistik
• Karakteristik:
- Sentralisasi tinggi
- Spesialisasi tugas
- Disiplin
- Aturan
- Supervisi ketat

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN KLASIK
(PEMIKIRAN AWAL)
• CHARLES BABBAGE (Profesor Matematik - Inggris)
• Prinsip ilmiah:
• Pembagian tugas: setiap pekerjaan harus dipecah sehingga
keterampilan yang terlibat dapat dipisahkan
• Spesialisasi pekerjaan: efisiensi penggunaan tenaga kerja
• Lintas assembli modern: karyawan bertanggung jawab atas
tugas repetitif yang berbeda & spesialistis

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN KLASIK
SCIENTIFIC MANAGEMENT (1)
• TAYLOR (Insinyur mesin, 1856 - 1915)
• Penelitian & Gagasan:
• Studi waktu (time studies), Waktu gerakan
• Merancang cara pengerjaan (work design) : “one
best method” & “one best way” mencari
suatu cara terbaik & menguasai metoda efisien

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN KLASIK
SCIENTIFIC MANAGEMENT (2)
• Tujuan: Peningkatan efisiensi kerja
• Pembagian pekerjaan menjadi komponen
pekerjaan: seleksi & pemilihan karyawan
• Sistem upah differensial: karyawan bekerja yang
melebihi standard prestasi diberi insentif lebih 􀃖
motivasi bertambah baik
• Pendekatan: Manusia sebagai bagian atau
eksistensi dari sebuah mesin

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN KLASIK
SCIENTIFIC MANAGEMENT (3)
• Karakteristik Organisasi (Taylor):
• Integrasi kekuasaan & tanggung jawab
• Pemisahan perencanaan & operasi
• Spesialisasi tugas: Organisasi fungsional
• Penggunaan standard dalam pengendalian
EVOLUSI TEORI MANAJEMEN KLASIK
ADMINISTRATIVE MANEGEMENT THEORY (1)
• FAYOL (Industrialis Perancis, 1916)
• Administration Industrielle Generale 􀃖 5 elemen
administrasi (Planning, Organization, Command,
Coordination, Control )
• Prinsip Manajemen:
• Pembagian tugas: spesialisasi tugas
• Kekuasaan & tanggung jawab
- Kekuasaan: hak memberikan perintah & kekuatan untuk
menjamin kepatuhan
- Kekuasaan harus diimbangi dengan tanggung jawab

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN KLASIK
ADMINISTRATIVE MANEGEMENT THEORY (2)
• Disiplin: supaya aktivitas bisnis berjalan lancar
• Kesatuan arah & perintah: perintah dari seorang
atasan
• Subordinasi kepentingan pribadi: kepentingan
pribadi dibawah kepentingan organisasi
• Remunerasi: gaji harus adil & memberikan
kepuasan kepada karyawan & perusahaan
• Sentralisasi: pengambilan keputusan, wewenang
• Rantai skalar: rantai kekuasaan dari kekuasaan
tertinggi sampai terendah

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN KLASIK
ADMINISTRATIVE MANEGEMENT THEORY (2)
• Disiplin: supaya aktivitas bisnis berjalan lancar
• Kesatuan arah & perintah: perintah dari seorang
atasan
• Subordinasi kepentingan pribadi: kepentingan
pribadi dibawah kepentingan organisasi
• Remunerasi: gaji harus adil & memberikan
kepuasan kepada karyawan & perusahaan
• Sentralisasi: pengambilan keputusan, wewenang
• Rantai skalar: rantai kekuasaan dari kekuasaan
tertinggi sampai terendah

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN KLASIK
ADMINISTRATIVE MANEGEMENT THEORY (4)
• Karakteristik Organisasi (Fayol):
- Struktur piramida
- Implementasi rantai skalar
- Pembatasan rentang kendali
- Pendelegasian kekuasaan

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN KLASIK
MODEL BIROKRATIS(1)
• WEBER (sosiologi modern, akhir abad ke 19)
• Gagasan:
- Organisasi Birokratis 􀃖 “Read tape and inefficiency”
- Kekuasaan resmi & legal
- Posisi seseorang diorganisasikan menurut hirarkhi
kekuasaan
- Organisasi diatur & dioperasikan berdasarkan peraturan
= Penugasan didasarkan pada kompetensi teknis
- Kompensasi dalam bentuk gaji tetap

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN KLASIK
MODEL BIROKRATIS (2)
• 1. Peraturan dan Prosedur
- Organisasi dan bagian-bagiannya, satu sama lain,
terikat peraturan
- Ada Standard Operating Procedure (SOP) 􀃖 Organisasi
jadi rutin, predictable, realibel 􀃖personil saling percaya,
klien juga percaya terhadap organisasi
• 2. Spesialisasi dan Pembagian Pekerjaan
- Pembagian kerja jelas, otoritas seimbang dengan tugas
yang dibebankan
• 3. Hirarkhi Otoritas
- Menganut prinsip hirarkhi: bagian yang rendah diatur &
dikontrol oleh tingkat yang lebih tinggi (chain of
command)

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN KLASIK
MODEL BIROKRATIS (3)
• 4. Karyawan Kompeten
- Dasar seleksi anggota organisasi adalah kompetensi teknis
• 5. Keterpisahan Pemilik - Kepemimpinan Organisasi
menjadi bersifat impersonal, sehingga
bisa efisien
• 6. Keterpisahan milik Individu - milik Organisasi
- Pemisahan 􀃖 tindakan bisa objektif, relevan terhadap tugas,
tidak melayani kepentingan pribadi
• 7. Penggunaaan dokumen tertulis
- Penggunaan dokumen tertulis untuk kegiatan, aturan,
Keputusan

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN MODERN
• Menyempurnakan pendekatan klasik dalam hal
perhatian terhadap manusia
• Tujuan organisasi tidak saja meliputi efesiensiekonomis,
tetapi mencakup mencakup pula
kepuasan manusia
• Asumsi: Teori manajemen ilmiah (karyawan
adalah mahluk rasional –ekonomis)

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN MODERN KECENDERUNGAN
KEARAH HUBUNGAN ANTAR MANUSIA
• ELTON MAYO: EKSPERIMEN HAWTHORNE (1924)
• Studi: hubungan antar tingkat pencahayaan
(iluminasi) ruangan kerja dengan produktivitas
(efisiens) kerja karyawan
• Fenomena: Efek Hawthorne (pengaruh kinerja
karyawan dengan situasi kerja)

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN MODERN BARNARD
• Peran individu pada lingkungan kerja
• Keinginan individu untuk berkontribusi
“Compliance” (pekerja mengorbankan
kepentingan pribadi) dengan diberikan insentif
(finansial & non finansial)
• “Zone of diffirrence” : daerah dimana perintah
akan ditaati
• Struktur organisasi sebagai sistem komunikasi &
struktur pengambilan keputusan

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN MODERN
PENDEKATAN BEHAVIORAL
• Rensis LIKERT: Sistem 4
• Mc. GREGOR: Teori Pandangan terhadap Manusia
(teori X dan teeori Y)
• MASLOW: Hierarkhi Kebutuhan (Physical need,
Safety need, Social need, Esteem need & Self
actualization need)
• HERZBERG: Teori dua faktor (Hygiene factor &
Motivator)

PENDEKATAN BEHAVIORAL
TEORI RENSIS LIKERT (1)
• SISTEM 1: EXPLORATIVE AUTHORITATIVE
1. Pemimpin menentukan dan memerintahkan semua hal
2. Standard, metode & hasil kerja ditentukan pimpinan
3. Kegagalan mencapai tujuan yang ditetapkan oleh
pimpinan, diancam dengan hukuman

• SISTEM 2: BENEVOLENT AUTHORITATIVE
1. Pimpinan masih tetap sumber keputusan dan perintah,
tetapi bawahan diperbolehkan memberikan komentar
2. Bawahan memperoleh sejumlah kebebasan untuk
menyelesaikan tugas dalam batas-batas (limitasi) yang
telah ditentukan

PENDEKATAN BEHAVIORAL
TEORI RENSIS LIKERT (2)
• SISTEM 3: CONSULTATIVE
1. Pimpinan mengambil keputusan & mengeluarkan
perintah setelah didiskusikannya dengan bawahan
2. Pimpinan dapat memutuskan bagaimana melaksanakan
tugas mereka
• SISTEM 4: PARTICIPATIVE
Tujuan & keputusan-keputusan yang berkaitan dengan
tugas ditentukan secara bersama-sama dalam kelompok

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN MODERN
KATZ & MANN
• ORGANISASI: Sistem terbuka yang
menyesuaikan diri terhadap lingkungan
• 5 SUB SISTEM ORGANISASI:
- PRODUKSI: fabrikasi & distribusi
- PEMELIHARAAN: stabilitas & prediktabilitas
- BATASAN: transaksi dengan lingkungan (marketing,
advertising)
- ADAPTIF: rencana
- MANAJERIAL: koordinasi (sub sistem lain & sumber
eksternal), resolusi konflik

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN MODERN
PENDEKATAN KUANTITATIF (1)
• METODA OR: merubah persoalan manajemen
menjadi metode kuantitatif
• Tujuan :
- Mencari jawaban bagaimana sumber daya yang terbatas
seharusnya dialokasikan untuk mencapai tujuan
manajemen
- Menunjukkan alternatif optimum
• INSTRUMEN OR: MODEL (representasi dari suatu
keadaan, objek atau sistem, baik yang sudah ada
ataupun yang masih berbentuk gagasan)

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN MODERN
PENDEKATAN SISTEM (2)
• KEMAMPUAN PENDUKUNG :
• 1. KEMAMPUAN
- Basic knowledge of facts
- Basic knowledge of principles
- Ablility to analyze, Ability to evaluate
• 2. KUALITAS
- Kreativitas, Imajinasi
- Sense of reality, Kualitas Helicopter

Selasa, 24 November 2009

ORGANISASI DAN METODE

Sebelum kita menguraikan pengertian dari organisasi dan metode, terlebih dahulu kita dapat mengenal masing-masing arti kata dari organisasi dan metode.Organisasi adalah sekumpulan orang atau kelompok yang mempunyai tujuan yang sama dan terstruktur atau mempunyai kerja sama.

Menurut J.M.Gaus organisasi adalah tata hubungan antar orang-orang untuk dapat memungkinkan tercapainya tujuan bersama dengan adanya pembagian tugas dan tanggung jawab. Metode adalah suatu cara atau tata kerja dari setiap anggota organisasi yang memajukan pekerjaan mereka, agar dapat pencapaian yang efesien dan maksimal pada organisasi. Jadi Pengertian dari organisasi dan metode adalah :
Rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dimanika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sudah direncanakan.

Kali ini saya mencoba menganalisa suatu perusahaan yang sudah saya buat sebelumnya yaitu CV.Consult Information Technology. Perusahaan ini memiliki kegiatan organisasi yang sangat kuat, karena perusahaan ini memiliki tujuan yang sama. Dan perusahaan ini memiliki personil cukup banyak, tiap personil terbagi dalam masing-masing keahlian. Maka dari itu agar perusahaan ini mencapai tujuan yang direncanakan butuh organisasi dan metode. Karena perusahaan ini menganut tata kerja yang efeksitas dan efesiensi biaya, butuh pengendalian dalam semua ini.

Biasanya dalam perusahaan mempunyai suatu kepemimpinan atau manajer yang mengatur segala sesuatunya dalam perusahaan. Dan perusahaan ini juga mempunyai suatu kepemimpinan yaitu RAYA GROUP, group ini yang mengatur dan merencanakan segala sesuatunya tentang perusahaan ini. Group ini terdiri dari tiap-tiap manajer bagian, seperti manajer bagian keuangan, manajer bagian personalia, dan lain-lainnya. Selain tiap bagian memiliki manajer, perusahaan ini juga memiliki satu GM atau pemimpin dari semua pemimpin yaitu seseorang yang memiliki saham dari perusahaan ini, karena perusahaan ini berbentuk CV. Dia lah yang berhak menentukan apa rencana yang akan dilakukan perusahaan ini.

Organisasi adalah sebagai alat dari suatu kegiatan yang dilakukan oleh beberapa orang atau lebih yang bekerja sama untuk mencapai tujuan.Agar tercipta dan terwujud suatu organisasi di dalam kemasiswaan yang mampu mengorganisir seluruh kegiatan kemahasiswaan yang berani dan bertanggung jawab dan bersifat mendidik dalam suatu organisasi yang kita dirikan.

Tata cara membentuk organisasi :
Tata cara dalam membentuk suatu organisai adalah dengan partisipasi kita untuk mengumpulkan orang untuk turut ikut dalam kegiatan yang kita akan lakukan dalam mendirikan suatu organisasi.Seperti dalam mendirikan suatu organisasi kemahasiswaan untuk menjalin kerjasama antar seseorang di dalam suatu organisasi yang akan kita buat. Contohnya dalam pengesahan untuk mengizinkan mendirikan suatu organisasi dalam pembangunan universitas yang diberi nama “mapala universitas perjuangan”.Nama universitas yang akan didirikan pun, harus melalui persetujuan dan kesepakatan bersama dari berbagai pihak yang meliputi dari beberapa orang yang ikut bergabung dalam suatu organisasi.

Kali ini saya mencoba menganalisa suatu perusahaan penting suatu perusahaan, yaitu PT. PULSA .COM didirikan pada 20 AGUSTUS 2009 di JAKARTA. PULSA adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan umum, Jasa Pemasaran produk komoditas pokok dalam masyarakat dan peluang bisnis untuk para Pelanggan / Anggota berbasis E-Commerce, dengan meluncurkan suatu Konsep Marketing ” CUSTOMER REFERRAL PROGRAM “. PULSA didukung dengan Managemen dan IT yang Profesional, serta Marketing Plan yang dahsyat. PT PULSA memiliki satu divisi khusus yaitu PULSA EXPERT yang bergerak di bidang Edukasi & Training Enterpreneurship.

ARTI PENTINGNYA ORGANISASI & METODE :
• Pengertian Organisasi:
• Organisasi dalam arti statis
• Organisasi dalam arti dinamis
• Organisasi sebagai sistem kerja sama
• Organisasi sebagai sistem tata hubungan kerja
• Organisasi sebagai proses pembagian

Pada dasarnya Pengertian Organissi dapat Dibedakan Menjadi 2 Macam yaitu:
Organisasi dalam arti statis dan organisasi dalam arti dinamis. Terdapat hubungan yang erat antara manajemen , organisai dan metode (tata kerja). Manajemen , organisai dan tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan secara efisien .
Jadi dapat disimpulkan bahwa organisasi memiliki arti yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam bidang tata kerja dan tidak hanya itu organisasi, manajemen, dan tata kerja juga memiliki hubungan yang sangat erat.
Dalam hal ini dapat saya simpulkan bahwa organisasi, manajemen, dan tata kerja tidak dapat dipisahkan karena memiliki keterkaitan satu sama lainnya.

BENTUK-BENTUK ORGANISASI NIAGA DAN SOSIAL
Dalam bentuk-bentuk organisasi terbagi bermacam-macam bagian yaitu organisasi niaga dan social .
Organisasi Niaga yaitu organisasi yang mempunyai tujuan utamanya suatu keuntungan dalam organisasi itu sendiri. Bentuk-bentuk organisasi niaga cukup banyak juga yaitu:
• Fa (firma) suatu organisasi yang modalnya dari hasil bersama dan jika ada kerugiaan maka yang bertanggung jawab adalah tanggung jawab bersama.

• CV memiliki dua bagian yaitu Aktif atau Pasif yang maksudnya jika Aktif yang menanamkan modalnya ke suatu organisasi ini juga ikut serta dalam berorganisasi, dan Pasif yang menanamkan modal tidak ikut serta dalam berorganisasi ini.

• PT memiliki berbagai macam seperti tbk yang artinya organisasi ini terbuka dan dapat dimiliki oleh pihak luar.

• Koperasi suatu organisasi yang melakukan kegiatan simpan pinjam pada setiap anggtonya.

• Kartel yaitu suatu perkumpulan dari beberapa organisasi atau perusahaan yang bergerak dibidang sama yang membuat perjanjian tertentu agar tidak terjadi persaingan yang tidak seimbang.

• Join Venture suatu organisasi yang beranggotakan beberapa Negara.

• Trust yaitu gabungan dari beberapa perusahaan agar lebih kuat dari yang sebelumnya.

• Holding Company Suatu gabungan saham yang biasanya mengawasi 1 atau lebih perusahaan, dan mengawasinya dengan keseluruhan.

Organisasi Sosial yaitu suatu organisasi yang mengutamakan kepentingan dalam bersosial, seperti partai, atau pun perkumpulan pemuda. Dalam perusahaan yang saya analisa perusahaan ini memiliki bentuk CV aktif yang merupakan penanam saham ikut serta dalam kegiatan perusahaan ini. Perusahaan ini juga menawarkan untuk join atau bergabung bagi yang ingin menanamkan modalnya ke perusahaan ini dan ikut serta juga dalam perusahaan ini.

Karena perusahaan ini berbentuk CV, maka perusahaan ini bertujuan untuk mendapatkan untung sebanyak-banyak nya. Para pemegang saham dalam perusahaan ini boleh merencanakan sesuatu idenya untuk kebaikan perusahaan ini, seperti halnya merencanakan penawaran jasa atau barang kepada perusahaan-perusahaan lain. Hal ini merupakan kegiatan yang bermanfaat bagi perusahaan ini agar perusahaan ini memiliki pelanggang yang banyak, karena perusahaan ini bergerak dibidang IT yang dimana dibutuhkan oleh setiap perusahaan.

Pada perusahaan yang saya analisa perusahaan ini memiliki suatu bentuk struktur organisasi yaitu bentuk organisasi fungsional dan staff. Hal ini dikarenakan jika saya perhatikan disini perusahaan ini memiliki banyak bagian-bagian yang terpisah dan wewenang dan tanggung jawab dapat dilakukan pada pemimpin yang dibagian rendah. Jarak antara pemimpin atas dan bawah juga tak terlalu jauh. Hal ini didukung dengan pernyataan tipe organisasi yang berbentuk kerucut yaitu seperti berikut :

Tipe Kerucut
ciri-ciri organisasi dari tipe kerucut :
a. Jumlah satuan organisasi banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki/kewenangan banyak.

b. Rentang kendali sempit.

c. Pelimpahan wewenang dan tanggungjawab dapat dilakukan sampai kepada pejabat/pimpinan yang bawah/rendah.

d. Jarak antara pimpinan tingkat atas dengan pimpinan tingkat bawah terlalu jauh.

e. Jumlah informasi jabatan cukup besar…


* Sumber *

Sutani R & T. Hanu Handoko. Organisasi Perusahaan. PBFE, Yogyakarta. 2000.
Widyatmini & Izati A. Pengantar Organisasi dan Metode, Gunadarma, Jakarta, 1995.
Wursanto, Ig. 2005, Dasar-dasar Ilmu Organisasi, penerbit ANDI, Yogyakarta, 2005
http://febriyanti90.blogspot.com/2009/10/arti-penting-organisasi-dan-metode.html

Kajian KOMUNIKASI dalam ORGANISASI

Sebelum membahas pengertian komunikasi organisasi sebaiknya kita uraikan terminologi yang melekat pada konteks komunikasi organisasi, yaitu komunikasi dan organisasi. Komunikasi berasal dari bahasa latin “communis” atau ‘common” dalam Bahasa Inggris yang berarti sama. Berkomunikasi berarti kita berusaha untuk mencapai kesamaan makna, “commonness”. Atau dengan ungkapan yang lain, melalui komunikasi kita mencoba berbagi informasi, gagasan atau sikap kita dengan partisipan lainnya. Kendala utama dalam berkomunikasi adalah seringkali kita mempunyai makna yang berbeda terhadap lambang yang sama.
Manusia di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya memerlukan orang lain dan membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi. Hal ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil integrasi sosial dengan sesama dalam kelompok dan masyarakat. Di dalam kelompok/organisasi itu selalu terdapat bentuk kepemimpinan yang merupakan masalah penting untuk kelangsungan hidup kelompok, yang terdiri dari pemimpin dan bawahan/karyawan. Di antara kedua belah pihak harus ada two-way-communications atau komunikasi dua arah atau komunikasi timbal balik, untuk itu diperlukan adanya kerja sama yang diharapkan untuk mencapai cita-cita, baik cita-cita pribadi, maupun kelompok, untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Kerja sama tersebut terdiri dari berbagai maksud yang meliputi hubungan sosial/kebudayaan. Hubungan yang terjadi merupakan suatu proses adanya suatu keinginan masing-masing individu, untuk memperoleh suatu hasil yang nyata dan dapat memberikan manfaat untuk kehidupan yang berkelanjutan.
Bila sasaran komunikasi dapat diterapkan dalam suatu organisasi baik organisasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, maupun organisasi perusahaan, maka sasaran yang dituju pun akan beraneka ragam, tapi tujuan utamanya tentulah untuk mempersatukan individu-individu yang tergabung dalam organisasi tersebut. Berdasarkan sifat komunikasi dan jumlah komunikasi menurut Onong Uchyana Effendi, dalam bukunya “Dimensi-Dimensi Komunikasi” hal. 50, komunikasi dapat digolongkan ke dalam tiga kategori:

1. Komunikasi antar pribadi
Komunikasi ini penerapannya antara pribadi/individu dalam usaha menyampaikan informasi yang dimaksudkan untuk mencapai kesamaan pengertian, sehingga dengan demikian dapat tercapai keinginan bersama.
2. Komunikasi kelompok
Pada prinsipnya dalam melakukan suatu komunikasi yang ditekankan adalah faktor kelompok, sehingga komunikasi menjadi lebih luas. Dalam usaha menyampaikan informasi, komunikasi dalam kelompok tidak seperti komunikasi antar pribadi.


3. Komunikasi massa
Komunikasi massa dilakukan dengan melalui alat, yaitu media massa yang meliputi cetak dan elektronik.
Dalam melakukan komunikasi organisasi, Steward L.Tubbs dan Sylvia Moss dalam Human Communication menguraikan adanya 3 (tiga) model dalam komunikasi:

1. Model komunikasi linier (one-way communication), dalam model ini komunikator memberikan suatu stimuli dan komunikan melakukan respon yang diharapkan tanpa mengadakan seleksi dan interpretasi. Komunikasinya bersifat monolog.
2. Model komunikasi interaksional. Sebagai kelanjutan dari model yang pertama, pada tahap ini sudah terjadi feedback atau umpan balik. Komunikasi yang berlangsung bersifat dua arah dan ada dialog, di mana setiap partisipan memiliki peran ganda, dalam arti pada satu saat bertindak sebagai komunikator, pada saat yang lain bertindak sebagai komunikan.
3. Model komunikasi transaksional. Dalam model ini komunikasi hanya dapat dipahami dalam konteks hubungan (relationship) antara dua orang atau lebih. Pandangan ini menekankan bahwa semua perilaku adalah komunikatif. Tidak ada satupun yang tidak dapat dikomunikasikan.
Mengenai organisasi, salah satu defenisi menyebutkan bahwa organisasi merupakan suatu kumpulan atau sistem individual yang melalui suatu hirarki/jenjang dan pembagian kerja, berupaya mencapai tujuan yang ditetapkan. Dari batasan tersebut dapat digambarkan bahwa dalam suatu organisasi mensyaratkan:
1. Adanya suatu jenjang jabatan ataupun kedudukan yang memungkinkan semua individu dalam organisasi tersebut memiliki perbedaan posisi yang jelas, seperti pimpinan, staff pimpinan dan karyawan.
2. Adanya pembagian kerja, dalam arti setiap orang dalam sebuah institusi baik yang komersial maupun sosial, memiliki satu bidang pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya.
Dengan landasan konsep-konsep komunikasi dan organisasi sebagaimana yang telah diuraikan, maka kita dapat memberi batasan tentang komunikasi dalam organisasi secara sederhana, yaitu komunikasi antarmanusia (human communication) yang terjadi dalam kontek organisasi. Atau dengan meminjam definisi dari Goldhaber, komunikasi organisasi diberi batasan sebagai arus pesan dalam suatu jaringan yang sifat hubungannya saling bergabung satu sama lain (the flow of messages within a network of interdependent relationships).
Sebagaimana telah disebut terdahulu, bahwa arus komunikasi dalam organisasi meliputi komunikasi vertikal dan komunikasi horisontal. Masing-masing arus komunikasi tersebut mempunyai perbedaan fungsi yang sangat tegas. Ronald Adler dan George Rodman dalam buku Understanding Human Communication, mencoba menguraikan masing-masing, fungsi dari kedua arus komunikasi dalam organisasi tersebut sebagai berikut:

1. Downward communication, yaitu komunikasi yang berlangsung ketika orang-orang yang berada pada tataran manajemen mengirimkan pesan kepada bawahannya. Fungsi arus komunikasi dari atas ke bawah ini adalah:
a) Pemberian atau penyimpanan instruksi kerja (job instruction)
b) Penjelasan dari pimpinan tentang mengapa suatu tugas perlu untuk dilaksanakan (job retionnale)
c) Penyampaian informasi mengenai peraturan-peraturan yang berlaku (procedures and practices)
d) Pemberian motivasi kepada karyawan untuk bekerja lebih baik.

2. Upward communication, yaitu komunikasi yang terjadi ketika bawahan (subordinate) mengirim pesan kepada atasannya. Fungsi arus komunikasi dari bawah ke atas ini adalah:
a) Penyampaian informai tentang pekerjaan pekerjaan ataupun tugas yang sudah dilaksanakan
b) Penyampaian informasi tentang persoalan-persoalan pekerjaan ataupun tugas yang tidak dapat diselesaikan oleh bawahan
c) Penyampaian saran-saran perbaikan dari bawahan
d) Penyampaian keluhan dari bawahan tentang dirinya sendiri maupun pekerjaannya.

3. Horizontal communication, yaitu tindak komunikasi ini berlangsung di antara para karyawan ataupun bagian yang memiliki kedudukan yang setara. Fungsi arus komunikasi horisontal ini adalah:
a) Memperbaiki koordinasi tugas
b) Upaya pemecahan masalah
c) Saling berbagi informasi
d) Upaya pemecahan konflik
e) Membina hubungan melalui kegiatan bersama.

Proses Komunikasi
Pada tataran teoritis, paling tidak kita mengenal atau memahami komunikasi dari dua perspektif, yaitu:

1. Perspektif Kognitif. Komunikasi menurut Colin Cherry, yang mewakili perspektif kognitif adalah penggunaan lambang-lambang (symbols) untuk mencapai kesamaan makna atau berbagi informasi tentang satu objek atau kejadian. Informasi adalah sesuatu (fakta, opini, gagasan) dari satu partisipan kepada partisipan lain melalui penggunaan kata-kata atau lambang lainnya. Jika pesan yang disampaikan diterima secara akurat, receiver akan memiliki informasi yang sama seperti yang dimiliki sender, oleh karena itu tindak komunikasi telah terjadi.

2. Perspektif Perilaku. Menurut BF. Skinner dari perspektif perilaku memandang komunikasi sebagai perilaku verbal atau simbolik di mana sender berusaha mendapatkan satu efek yang dikehendakinya pada receiver. Masih dalam perspektif perilaku, FEX Dance menegaskan bahwa komunikasi adalah adanya satu respons melalui lambang-lambang verbal di mana simbol verbal tersebut bertindak sebagai stimuli untuk memperoleh respons. Kedua pengertian komunikasi yang disebut terakhir, mengacu pada hubungan stimulus respons antara sender dan receiver.
Setelah kita memahami pengertian komunikasi dari dua perspektif yang berbeda, kita mencoba melihat proses komunikasi dalam suatu organisasi. Menurut Jerry W. Koehler dan kawan-kawan, bagi suatu organisasi, perspektif perilaku dipandang lebih praktis karena komunikasi dalam organisasi bertujuan untuk mempengaruhi penerima (receiver). Satu respons khusus diharapkan oleh pengirim pesan (sender) dari setiap pesan yang disampaikannya. Ketika satu pesan mempunyai efek yang dikehendaki, bukan suatu persoalan apakah informasi yang disampaikan tersebut merupakan tindak berbagi informasi atau tidak.
Sekarang kita mencoba memahami proses komunikasi antarmanusia yang disajikan dalam suatu model berikut:

Proses komunikasi diawali oleh sumber (source) baik individu ataupun kelompok yang berusaha berkomunikasi dengan individu atau kelompok lain, sebagai berikut:
1. Langkah pertama yang dilakukan sumber adalah ideation yaitu penciptaan satu gagasan atau pemilihan seperangkat informasi untuk dikomunikasikan. Ideation ini merupakan landasan bagi suatu pesan yang akan disampaikan.

2. Langkah kedua dalam penciptaan suatu pesan adalah encoding, yaitu sumber menerjemahkan informasi atau gagasan dalam wujud kata-kaya, tanda-tanda atau lambang-lambang yang disengaja untuk menyampaikan informasi dan diharapkan mempunyai efek terhadap orang lain. Pesan atau message adalah alat-alat di mana sumber mengekspresikan gagasannya dalam bentuk bahasa lisan, bahasa tulisan ataupun perilaku nonverbal seperti bahasa isyarat, ekspresi wajah atau gambar-gambar.

3. Langkah ketiga dalam proses komunikasi adalah penyampaian pesan yang telah disandi (encode). Sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan cara berbicara, menulis, menggambar ataupun melalui suatu tindakan tertentu. Pada langkah ketiga ini, kita mengenal istilah channel atau saluran, yaitu alat-alat untuk menyampaikan suatu pesan. Saluran untuk komunikasi lisan adalah komunikasi tatap muka, radio dan telepon. Sedangkan saluran untuk komunikasi tertulis meliputi setiap materi yang tertulis ataupun sebuah media yang dapat mereproduksi kata-kata tertulis seperti: televisi, kaset, video atau OHP (overheadprojector). Sumber berusaha untuk mebebaskan saluran komunikasi dari gangguan ataupun hambatan, sehingga pesan dapat sampai kepada penerima seperti yang dikehendaki.

4. Langkah keempat, perhatian dialihkan kepada penerima pesan. Jika pesan itu bersifat lisan, maka penerima perlu menjadi seorang pendengar yang baik, karena jika penerima tidak mendengar, pesan tersebut akan hilang. Dalam proses ini, penerima melakukan decoding, yaitu memberikan penafsiran interpretasi terhadap pesan yang disampaikan kepadanya. Pemahaman (understanding) merupakan kunci untuk melakukan decoding dan hanya terjadi dalam pikiran penerima. Akhirnya penerimalah yang akan menentukan bagaimana memahami suatu pesan dan bagaimana pula memberikan respons terhadap pesan tersebut.

5. Proses terakhir dalam proses komunikasi adalah feedback atau umpan balik yang memungkinkan sumber mempertimbangkan kembali pesan yang telah disampaikannya kepada penerima. Respons atau umpan balik dari penerima terhadap pesan yang disampaikan sumber dapat berwujud kata-kata ataupun tindakan-tindakan tertentu. Penerima bisa mengabaikan pesan tersebut ataupun menyimpannya. Umpan balik inilah yang dapat dijadikan landasan untuk mengevaluasi efektivitas komunikasi.

Fungsi Komunikasi dalam Organisasi
Dalam suatu organisasi baik yang berorientasi komersial maupun sosial, komunikasi dalam organisasi atau lembaga tersebut akan melibatkan empat fungsi, yaitu:

1. Fungsi informatif
Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistem pemrosesan informasi (information-processing system). Maksudnya, seluruh anggota dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik dan tepat waktu. Informasi yang didapat memungkinkan setiap anggota organisasi dapat melaksanakan pekerjaannya secara lebih pasti informasi pada dasarnya dibutuhkan oleh semua orang yang mempunyai perbedaan kedudukan dalam suatu organisasi. Orang-orang dalam tataran manajemen membutuhkan informasi untuk membuat suatu kebijakan organisasi ataupun guna mengatasi konflik yang terjadi di dalam organisasi. Sedangkan karyawan (bawahan) membutuhkan informasi tentang jaminan keamanan, jaminan sosial dan kesehatan, izin cuti dan sebagainya.

2. Fungsi Regulatif
Fungsi regulatif ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam suatu organisasi. Pada semua lembaga atau organisasi, ada dua hal yang berpengaruh terhadap fungsi regulatif ini, yaitu:

1. Atasan atau orang-orang yang berada dalam tataran manajemen yaitu mereka yang memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yang disampaikan. Disamping itu mereka juga mempunyai kewenangan untuk memberikan instruksi atau perintah, sehingga dalam struktur organisasi kemungkinan mereka ditempatkan pada lapis atas (position of authority) supaya perintah-perintahnya dilaksanakan sebagaimana semestinya. Namun demikian, sikap bawahan untuk menjalankan perintah banyak bergantung pada:

1. Keabsahan pimpinan dalam penyampaikan perintah.
2. Kekuatan pimpinan dalam memberi sanksi.
3. Kepercayaan bawahan terhadap atasan sebagai seorang pemimpin sekaligus sebagai pribadi.
4. Tingkat kredibilitas pesan yang diterima bawahan.
2. Berkaitan dengan pesan atau message. Pesan-pesan regulatif pada dasarnya berorientasi pada kerja. Artinya, bawahan membutuhkan kepastian peraturan-peraturan tentang pekerjaan yang boleh dan tidak boleh untuk dilaksanakan.
3. Fungsi Persuasif
Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasaan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan. Adanya kenyataan ini, maka banyak pimpinan yang lebih suka untuk mempersuasi bawahannya daripada memberi perintah. Sebab pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh karyawan akan menghasilkan kepedulian yang lebih besar dibanding kalau pimpinan sering memperlihatkan kekuasaan dan kewenangannya.
4. Fungsi Integratif
Setiap organisasi berusaha menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat dilaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik. Ada dua saluran komunikasi formal seperti penerbitan khusus dalam organisasi tersebut (newsletter, buletin) dan laporan kemajuan oraganisasi; juga saluran komunikasi informal seperti perbincangan antarpribadi selama masa istirahat kerja, pertandingan olahraga ataupun kegiatan darmawisata. Pelaksanaan aktivitas ini akan menumbuhkan keinginan untuk berpartisipasi yang lebih besar dalam diri karyawan terhadap organisasi.
Memahami Komunikasi dalam Organisasi
Gaya komunikasi atau communication style akan memberikan pengetahuan kepada kita tentang bagaimana perilaku orang-orang dalam suatu organisasi ketika mereka melaksanakan tindak berbagi informasi dan gagasan. Sementara pada pengaruh kekuasaan dalam organisasi, kita akan mengkaji jenis-jenis kekuasaan yang digunakan oleh orang-orang dalam tataran manajemen sewaktu mereka mencoba mempengaruhi kemampuan berkomunikasi dalam organsasi, kita akan diajak untuk memikirkan bagaimana mendefinisikan tujuan kita sehubungan dengan tugas dalam organisasi, bagaimana kita memilih orang yang tepat untuk diajak kerjasama dan bagaimana kita memilih saluran yang efektif untuk melaksanakan tugas tersebut.
Gaya komunikasi (communication style) didefinisikan sebagai seperangkat perilaku antarpribadi yang terspesialisasi yang digunakan dalam suatu situasi tertentu (a specialized set of intexpersonal behaviors that are used in a given situation).
Masing-masing gaya komunikasi terdiri dari sekumpulan perilaku komunikasi yang dipakai untuk mendapatkan respon atau tanggapan tertentu dalam situasi yang tertentu pula. Kesesuaian dari satu gaya komunikasi yang digunakan, bergantung pada maksud dari pengirim (sender) dan harapan dari penerima (receiver).
Gaya Komunikasi yang akan kita pelajari adalah sbb:

1. The Controlling style
Gaya komunikasi yang bersifat mengendalikan ini, ditandai dengan adanya satu kehendak atau maksud untuk membatasi, memaksa dan mengatur perilaku, pikiran dan tanggapan orang lain. Orang-orang yang menggunakan gaya komunikasi ini dikenal dengan nama komunikator satu arah atau one-way communications.
Pihak-pihak yang memakai controlling style of communication ini, lebih memusatkan perhatian kepada pengiriman pesan dibanding upaya mereka untuk berharap pesan. Mereka tidak mempunyai rasa ketertarikan dan perhatian untuk berbagi pesan. Mereka tidak mempunyai rasa ketertarikan dan perhatian pada umpan balik, kecuali jika umpan balik atau feedback tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi mereka. Para komunikator satu arah tersebut tidak khawatir dengan pandangan negatif orang lain, tetapi justru berusaha menggunakan kewenangan dan kekuasaan untuk memaksa orang lain mematuhi pandangan-pandangannya.
Pesan-pesan yag berasal dari komunikator satu arah ini, tidak berusaha ‘menjual’ gagasan agar dibicarakan bersama namun lebih pada usaha menjelaskan kepada orang lain apa yang dilakukannya. The controlling style of communication ini sering dipakai untuk mempersuasi orang lain supaya bekerja dan bertindak secara efektif, dan pada umumnya dalam bentuk kritik. Namun demkian, gaya komunikasi yang bersifat mengendalikan ini, tidak jarang bernada negatif sehingga menyebabkan orang lain memberi respons atau tanggapan yang negatif pula.

2. The Equalitarian style
Aspek penting gaya komunikasi ini ialah adanya landasan kesamaan. The equalitarian style of communication ini ditandai dengan berlakunya arus penyebaran pesan-pesan verbal secara lisan maupun tertulis yang bersifat dua arah (two-way traffic of communication).
Dalam gaya komunikasi ini, tindak komunikasi dilakukan secara terbuka. Artinya, setiap anggota organisasi dapat mengungkapkan gagasan ataupun pendapat dalam suasana yang rileks, santai dan informal. Dalam suasana yang demikian, memungkinkan setiap anggota organisasi mencapai kesepakatan dan pengertian bersama.
Orang-orang yang menggunakan gaya komunikasi yang bermakna kesamaan ini, adalah orang-orang yang memiliki sikap kepedulian yang tinggi serta kemampuan membina hubungan yang baik dengan orang lain baik dalam konteks pribadi maupun dalam lingkup hubungan kerja. The equalitarian style ini akan memudahkan tindak komunikasi dalam organisasi, sebab gaya ini efektif dalam memelihara empati dan kerja sama, khususnya dalam situasi untuk mengambil keputusan terhadap suatu permasalahan yang kompleks. Gaya komunikasi ini pula yang menjamin berlangsungnya tindakan share/berbagi informasi di antara para anggota dalam suatu organisasi.

3. The Structuring style
Gaya komunikasi yang berstruktur ini, memanfaatkan pesan-pesan verbal secara tertulis maupun lisan guna memantapkan perintah yang harus dilaksanakan, penjadwalan tugas dan pekerjaan serta struktur organisasi. Pengirim pesan (sender) lebih memberi perhatian kepada keinginan untuk mempengaruhi orang lain dengan jalan berbagi informasi tentang tujuan organisasi, jadwal kerja, aturan dan prosedur yang berlaku dalam organisasi tersebut.
Stogdill dan Coons dari The Bureau of Business Research of Ohio State University, menemukan dimensi dari kepemimpinan yang efektif, yang mereka beri nama Struktur Inisiasi atau Initiating Structure. Stogdill dan Coons menjelaskan mereka bahwa pemrakarsa (initiator) struktur yang efisien adalah orang-orang yang mampu merencanakan pesan-pesan verbal guna lebih memantapkan tujuan organisasi, kerangka penugasan dan memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul.

4. The Dynamic style
Gaya komunikasi yang dinamis ini memiliki kecenderungan agresif, karena pengirim pesan atau sender memahami bahwa lingkungan pekerjaannya berorientasi pada tindakan (action-oriented). The dynamic style of communication ini sering dipakai oleh para juru kampanye ataupun supervisor yang membawa para wiraniaga (salesmen atau saleswomen).
Tujuan utama gaya komunikasi yang agresif ini adalah mestimulasi atau merangsang pekerja/karyawan untuk bekerja dengan lebih cepat dan lebih baik. Gaya komunikasi ini cukup efektif digunakan dalam mengatasi persoalan-persoalan yang bersifat kritis, namun dengan persyaratan bahwa karyawan atau bawahan mempunyai kemampuan yang cukup untuk mengatasi masalah yang kritis tersebut.

5. The Relinguishing style
Gaya komunikasi ini lebih mencerminkan kesediaan untuk menerima saran, pendapat ataupun gagasan orang lain, daripada keinginan untuk memberi perintah, meskipun pengirim pesan (sender) mempunyai hak untuk memberi perintah dan mengontrol orang lain.
Pesan-pesan dalam gaya komunikasi ini akan efektif ketika pengirim pesan atau sender sedang bekerja sama dengan orang-orang yang berpengetahuan luas, berpengalaman, teliti serta bersedia untuk bertanggung jawab atas semua tugas atau pekerjaan yang dibebankannya.

6. The Withdrawal style
Akibat yang muncul jika gaya ini digunakan adalah melemahnya tindak komunikasi, artinya tidak ada keinginan dari orang-orang yang memakai gaya ini untuk berkomunikasi dengan orang lain, karena ada beberapa persoalan ataupun kesulitan antarpribadi yang dihadapi oleh orang-orang tersebut.
Dalam deskripsi yang kongkrit adalah ketika seseorang mengatakan: “Saya tidak ingin dilibatkan dalam persoalan ini”. Pernyataan ini bermakna bahwa ia mencoba melepaskan diri dari tanggung jawab, tetapi juga mengindikasikan suatu keinginan untuk menghindari berkomunikasi dengan orang lain. Oleh karena itu, gaya ini tidak layak dipakai dalam konteks komunikasi organisasi.
Gambaran umum yang diperoleh dari uraian di atas adalah bahwa the equalitarian style of communication merupakan gaya komunikasi yang ideal. Sementara tiga gaya komunikasi lainnya: structuring, dynamic dan relinguishing dapat digunakan secara strategis untuk menghasilkan efek yang bermanfaat bagi organisasi. Dan dua gaya komunikasi terakhir: controlling dan withdrawal mempunyai kecenderungan menghalangi berlangsungnya interaksi yang bermanfaat

Referensi :
A. Mulyana, Teori Komunikasi-modul 10, 2008
Miftah Thoha, Perilaku Organisasi, 1996
Onong Uchyana Effendi, Dimensi-Dimensi Komunikasi, 2001
Ronald Adler dan George Rodman, Understanding Human Communication, 1997
Steward L.Tubbs dan Sylvia Moss, Human Communication, 1994